HANYA CATATAN SAJA

ini "HANYA CATATAN SAJA". bukan tulisan hebat. Tapi, bukan pula tak berarti. meski "HANYA CATATAN SAJA" ini merupakan tanda sebuah perjalanan.

MARI KITA IKUT MENANDAINYA...........

Kamis, September 25, 2008

BERAKHIRRR>>>>.......????


Ketika semuanya harus berakhir
Ketika pelukku tak lagi berarti
Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya


Telah kuberikan yang mampu kuberi
Namun tak jua puaskan hatimu
Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya


Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski tlah kucoba

Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya
Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta

Aku takkan bisa meski tlah kucoba
Aku takkan bisa meski tlah kucoba
Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta

Apakah selamanya kesempurnaan itu tidak dapat di gapai???
mungkin ya mungkin juga tidak yang harus kita lakukan untuk menjaga hubungan itu yang pertama adalah komunikasi lalu masing-masing pasangan hendaknya saling sadar untuk menjadi yang terbaik buat pasangan itu sebenarnya lebih mendekati kesempurnaan (
bukankah SEMPURNA itu milik Andra and The Backbone...hehehehe..)

sedih memang perpisahan itu....tapi kadang memang harus dilakukan ingat pada lagunya eksis kan yang kurang lebih seperti ini...

"...andainya kita terus bersama
belum tentu kita bahagia
selama tidak kau rubah cara hidupmu..."

Ya kan, kadang suatu hubungan memang mutlak memerlukan pengorbanan seseorang untuk merubah cara hidup, pola pikir, ego, sentimen. Seperti itu memeng.

"..Mungkin kita memang belum bisa berkorban, kalo misalnya ini harus berakhir,kita coba saja barang kali ini terbaik buat aku, kamu dan "dia"..."


Kamis, September 18, 2008

Ketika Hilang RamadhanMu yang dulu

Tuhan......
Aku minta maaf, sepertinya aku kehilangan Ramadhan Mu...

Hampir berahir ramadhan kali ini. Tapi aku masih saja asik dengan keadaanku yang saat ini. Padahal merasa tidak pernah Membunuh Than. Hiduplah kembali di hatiku TUhan....Aminnn

Minggu, Agustus 10, 2008

Cinta Itu........


“Ternyata seperti ini to?” Kalimat itu yang muncul tatkala aku mampu menerjemahkan perasaanku yang telah beberapa waktu lalu sempat membuat aku gelisah tak karuan. Cinta, ya itu jawabannya. Aku jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya. Seperti sebelumnya pernah aku rasakan. Gundah, gelisah, kangen, cemburu, tidak tenang dan beberapa perasaan yang sampai saat ini masih bisa aku rasakan tapi belum mampu aku menuliskannya.

“Tuhan menganugerahkan mata untuk melihat, Hidung untuk mencium, Mulut untuk berbicara, Tangan untuk meraba, Hati untuk merasa, dan Kamu untuk kucintai”. Begitu SMS yang aku tulis lalu kukirimkan kepada seseorang yang kupilih untuk kucintai dan “mungkin” mencintaiku (karena ada kemungkinan juga dia tidak mencintaiku, tapi aku yakin itu kemungkinan kecil)

Berdosa? mungkin ya, Salah ? mungkin ya, kejam ? mungkin ya, Bodoh ? mungkin ya, Biadab, Bangsat, dan sebagainya yang bersifat makian justru datang dari benak kecilku karena aku jatuh cinta pada orang yang b*rs*a*I, sedangkan kini akupun ber………….., ah, persetan semua itu. Toh katanya cinta itu tak pernah salah, toh katanya lagi bahwa cinta itu anugerah. Lalu kemudian jika aku berpegang pada kedua kalimat bijak tersebut aku menjadi orang yang “berdosa” besar, karena telah menyalahkan tafsir atas perasaan yang bernama cinta, lalu menyalahkan keberadaan anugerah itu tadi.

Cinta itu merupakan buah perasaan yang berawal dari perasaan tertarik, kagum, simpatik, dan beberapa perasaan lain yang berawal dan terkadang menjalar kepada tindakan atau perbuatan yang merupakan manifestasi atas perasaan tadi. Itu semua terjadi secara alamiah. Cinta bisa datang dimana saja, oleh siapa saja yang melakukan, dan kepada siapa saja. Dan jika ada pertanyaan, apakah cinta harus memiliki jawabanya : YA!, mutlak. “Bodoh jika cinta tak harus memiliki wong namanya cinta kok dipendam itukan menyakitkan, kalau cinta ya kejar sampai dapat kalau gak dapat ya udah jangan jatuh cinta!”

Sudahlah, biar saja aku merasakan seperti ini, dan biar saja cinta tumbuh dihatiku. Karena toh kita tidak pernah akan bisa mengelak dari perasaan itu. “saat kita jauh terkadang aku baru sadar betapa besar perasaan yang terpendam ini, dan pertemuan yang sesingkat itu sangat berharga”.

“Mengalir sajalah, karena itu lebih baik biar waktu yang mengahiri segala percintaan ini akan berakhir pada kebahagiaan atau pada kematian ikuti saja, karena aku yang memilihnya”.


Rabu, Agustus 06, 2008

lagu Buatmu, Beb....

Merindukanmu (Lirik & Kord) - D’Masiv

saat aku tertawa di atas semua
saat aku menangisi kesedihanku
aku ingin engkau selalu ada
aku ingin engkau aku kenang
selama aku masih bisa bernafas
masih sanggup berjalan
ku kan slalu memujamu
meski ku tak tau lagi
engkau ada di mana
dengarkan aku ku merindukanmu
saat aku mencoba merubah sgalanya
saat aku meratapi kekalahanku
dengarkan aku ku merindukanmu



Selasa, Juli 29, 2008

Karena Kamu Cantik Aku Punya Hak Mencintaimu


; pengembaraan yang sejenak saja


Kehidupan ternyata tidak akan pernah berubah di manapun kita akan berlari. Barat atau timur ternyata hanya istilah saja. Tidak ada ruang kehidupan baru di sana. Kesendirian adalah pilihan paling berat, ketika aku merasa terlambat bertemu seorang perempuan bermata biru lalu jatuh cinta-aku sadar itu kesalahan besar-pun aku tidak pernah menyangka akan hanyut di sungai itu. Sepertinya hanya air tenang yang bisa aku ajak bermain. Seperti kecipak airnya saat tubuhku melayang dari tanah tebing akan nyaring menyanyikan lagu kesunyian, juga daun strobery yang jatuh dari tangkainya akan tetap indah meski sekejap menyisa lingkaran kecil yang membesar kemudian hilang hingga tepian.

***

Stasiun ini masih saja riuh oleh lalulalang orang-orang, deru mesin kereta api memecah keteduhan hatimu yang hidup sejak beribu hari lalu saat aku mengenalmu. Ya, stasiun ini tidak juga berbeda dari puluhan stasiun kota yang pernah aku singgahi. Tidak ada apa-apa, hanya mataku yang tiba-tiba membuta, hatiku yang sudah lama mati seperti berdenyut kembali menulis cerita bodoh yang pernah aku tulis di buku harian lelaki kecil yang limbung mencari rumah yang pernah dibangunnya dangan air mata. Akan kemana lagi jika jalanmu berubah menjadi duri?? Lalui saja atau pulang. "Jangan pulang!!" dibelakan tidak ada jalan, maju saja mungkin akan kamu temukan rumahmu. Disana ada malaikat kecilmu atau rumah yang akan kau bangun dari setumpuk dosa, khianat dan sebait kesalahan yang indah.

***

Gerbong kereta ini baru saja ku masuki dan bagiku masih asing, akan ku kenali pelahan hingga tidak ada lagi ruang yang akan mengantarkanku ke berbagai cerita kelak, tidak ada yang asing. Bagiku barat atau timur hanya istilah saja, karena cita-cita dan cinta tetap ada, tumbuh dan hidup di manasaja.

***

Pelahan kereta mulai merangkak meninggalkan kota ini. segalanya seperti berjalan mundur menuju masa silam. Tiang stasiun, pedagang kaki lima, anak-anak kecil yang lupa rumah dan bapak,ibunya, semakin berlari cepat meninggalkan kereta. Diluar jendela segalanya semakin tak bisa kubaca. Mereka hanya menjadi lukisan horizon tajam "Ah, apalagi yang akan kulalui kali ini?". Bukankah aku akan pulang menemui rumah dan teman-teman. "Mencintaimu adalah hak -karena kamu cantik-dan kwajibanku hanyalah menjaganya".

Senin, Juni 16, 2008

10 PENYEBAB KENAPA KITA SERING MERASA TIDAK BERUNTUNG


Terkadang sering kita merasa menjadi orang yang tidak beruntung, misalnya tidak pernah diterima bekerja padahal ratusan lembar surat lamaran sudah kita kirim ke berbagai instansi dan perusahaan, Penyakit miskin stadium 4 dan kronis, Sering patah hati karena ditolak perempuan, tidak lulus-lulus kuliah, mengajukan skripsi sering ditolak dosen atau masih banyak ketidak beruntungan yang kita temui. Larut dalam perasaan tidak beruntung boleh saja jika hanya sebatas sebagai referensi guna menginstropeksi diri, tapi jika perasaan tersebut sudah mendarah daging itu pertanda buruk karena semua yang kita lakukan menjadi berat. Untuk mengatasi "penyakit" tersebut barang kali kita musti menilik kekurangan kita dan merubahnya. 10 Hal penyebab kenapa kita sering merasa tidak beruntung :


1. TIDAK MEMILIKI SELERA HUMOR
2. SERING MELIMPAHKAN KESALAHAN PADA ORANG LAIN TANPA INSTROPEKSI
3. TIDAK MERASA BAHAGIA DENGAN DIRI SENDIRI SAAT “BERCERMIN”

4. TIDAK MEMILIKI HARAPAN
5. BERTINDAK DILUAR BATAS KEMAMPUAN
6. MEMILIKI RASA KHAWATIR YANG BERLEBIHAN
7. IRI

8. MENYALAHKAN TUHAN
9. TIDAK MENADARI BAHWA SEBENARNYA KITA MEMILIKI HAL-HAL BAIK
10. MENGELUH


Setujukah?? dan apakah kita bisa merubah?? tapi demi kebaikan diri kita mari kita berubah!!! Salam Olah Raga




Sabtu, Juni 07, 2008

AKU MAU ( penyanyi ; once )


Kau boleh acuhkan diriku
Dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku
Kepadamu

Kuyakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada

Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untuk masa lalu

Teks lagu yang dinyanyikan once ini indah. Betapa kejujuran perasaan itu memiliki kekuatan yang dahsyat! hingga terkadang mengalahkan batas daya berfikir manusia. Keyakinan terhadap sesuatu hal menjadi energi seseorang untuk mampu bertahan menghadapi perasaan yang sungguh misterius ini.
Perasaan cinta sulit di terjemahkan dibanding perasaan-perasaan lain seperti benci, jenuh, sakit atau lainnya. Katanya cinta itu anugerah. Beberapa orang lain berpendapat bahwa cinta itu tak pernah salah sehingga apapun perasaan terhadap hal yang satu ini tidak bisa disalahkan. meski ia datang pada ruang dan waktu yang tidak tepat. Bagaimana menurut anda?

Jumat, Juni 06, 2008

CANDI BOROBUDUR KECIL DAN SEBOTOL PARFUM J.LO STILL


; catatan kecil dari pengembaraanku yang penuh peluh

Bagiku Candi Borobudur tetap merupakan salah satu keajaiban dunia. tumpukan batu-batu dan arca masih terlihat megah. Sungguh arsiteknya pasti orang yang hebat pada masanya.
Sudah beberapa kali aku berkunjung ke Candi Borobudur. Kali ini sedikit berbeda. Segalanya istimewa.
Seperti Adam dan Hawa kita saling mencari hingga di depan pintu loket masuk Candi Borobudur. Beruntung ada HP yang mengantar pertemuan itu. Hanya beberapa waktu saja kemudian kita saling bertatapan. Tidak ada yang berubah. kamu masih saja menarik. Suasana siang makin panas. Payung merah jambu yang kau tenteng kemudian kau buka. Kita berjalan di bawahnya. Dari tangga pertama hingga berpuluh tangga yang kita lewati hingga puncak borobudur, kita tapakkan kenangan. Selangkah saja bagiku begitu berharga. Dan aku yakin di langkah berikutnya kita akan berpisah. untuk itu ku berusaha membuat segalanya menjadi berkualitas tapi entah denganmu. Tapi persetan apa aku bagimu yang penting ini harus bermakna.Karena apa yang aku lakukan memang tidak ada yang aku buat-buat, semuanya alami. Ya, bukan sekedar saling menyembunyikan diri kita di balik topeng, tapi bukankah kita terkungkung oleh waktu yang membuat tiap pertemuan kita hanya singkat saja. Kerna itu aku sangat mempertimbangkan kualitas pertemuan karena kuantitas pertemuan sudah tidak bisa diharapkan lagi.

"Ini aku datang, apakah kamu percaya." tanpa kata dan hanya anggukan sembari simpul senyum yang nyaris tak berhenti terlempar dari sudut wajahmu. Di beberapa stupa kamu bergaya dan tak henti-henti aku mengabadikan gayamu di kamera HPmu.

Lalu perjalanan kita terhenti di salah satu sudut Borobudur. Sejenak kita bercerita tentang apa saja. Semuanya serba ringan dan mengalir apa adanya. "Thanks....aku harus pulang..". "Silahkan, aku tahu ini pasti akan berakhir menjadi akhir yang benar-benar akhir atau justru menjadi sebuah awal..satu lagi aku di pertemukan dengan rahasia Tuhan.."

Huh....padahal aku ini termasuk orang yang tidak pernah mudah dengan begitu saja menghapus kenangan-kenangan, sialan kamu sudah menjebakku kedalam jurang yang dalam. Tega benar.

Di salah satu sudut Borobudur langkah kita terpisah. Akupun menuruni tangga demi tangga sendiri. "Benar makin jelas saja perjalanan kita masih tertinggal di puluhan anak tangga yang kita lalui tdi."
Sendiri aku berjalan menyusuri terik dan debu-debu. Di halaman pintu keluar aku sempatkan melihat-lihat para pedagang souvenir. "Ah, ini borobudur kecil...biar aku ambilkan satu untuknmu"

****

Aku berharap kamu menyimpannya. Biar iapun senantiasa mengingatkanmu atas apa yang telah kita lakukan Di sudut Borobudur yang megah. Harusnya Candi Borobudur masih menjadi salah satu keajaiban dunia dan kisah percintaan kita setelahnya.
Oh,ya parfum J.LO STILL yang biasa kamu pakai lalu kau berikan padaku hingga kini masih tersimpan. Bagiku kamu benar-benar cinta..Tapi jika bukan bagimu maka kecantikanmu menyimpan peta perjalanan menuju mati untukku..

Selasa, Juni 03, 2008

JANGAN BERMAIN DENGAN PERASAAN !!

Bukan perasaan lelah ataupun letih yang timbul ketika setelah seharian penuh aku menyusuri kota kecil yang mirip perkampungan itu dan tidak menemukan bayanganmu. Justru dari situ aku belajar melihat diriku sendiri yang ternyata sudah dihinggapi banyak dosa.

Saat itu aku sedikit belajar bahwa ternyata melakukan sesuatu harus didasarkan pada relitas dan pikiran yang bermula dari otak dan itu tidak bisa melibatkan perasaan. Melakukan segala tindakan atau pekerjaan akan menjadi konyol tidak realistis ketika melibatkan perasaan atau hati. Jangan bekerja menggunakan hati tapi bekerjalah menggunakan otak dengan tanpa mengesampingkan relita. Ga percaya coba saja !!

Matahari siang itu bersinar terang seperti memendam amarah. Ia membakar segala yang menghadapnya. Kulit-kulit para kuli pasar yang legam itu kini tambah hitam legam, sejenak lagi mungkin sudah menjadi arang. Aku bersembunyi di sebuah warung tegal. "aku harus temui kekasihku" itu saja yang terpikir di benakku. Panas matahari sebenarnya membuat aku tak ingin beranjak dari warung. Tapi hati kecilku mengatakan aku harus segera menemui kekasihku. Jalanan tidak begitu sepi. Bus truk melaju kencang mereka berpacu dengan waktu. Asap dan debu mengikuti dibelakangnya.

Aku keluar dari warung dan berjalan di jalan yang sama sekali tak ku kenal,demi menemui kekasihku. Ratusan kilo meter kutempuh. Matahari seperti memendam amarah masih mengikutiku seolah tak ingin melepaskanku dari cengkeramannya. Jalan yang aku lewatipun berdebu. Semakin jauh aku meninggalkan kotaku untuk menemui kekasihku dan berharap pertemuan kali ini menjadi sempurna saat aku terkapar lelah disampingnya dan segalanya berakhir di ranjang.

Ratusan kilo sudah aku tempuh. Beberapa meter didepan kota kecil yang lebih mirip perkampungan menunggu tenang.

Sampailah aku di kota untuk menemui cintaku. Kuletakkan lelahku di warung sembari membasahi tenggorokanku dengan segelas es teh. HP ku berdering singkat. Ini tanda sebuah pesan masuk. Aku membacanya.

"kalao kamu ingin menemuiku seharusnya kamu kabari aku sehari sebelumnya jadi aku bisa menutup salonku"

Bangsat.!

Senin, Juni 02, 2008

Sisa Sajak Semalam

Tatapanku melesat melewati segala batas. Lebih cepat ribuan bahkan jutaan kali cahaya. Anak kecil yang sedari tadi asik bermain tanah di halaman rumah mungil. Masih melempar senyum dalam dialognya bersama angan-angannya yang indah. Sejenak saja ia bertahan dalam riangnya. Lantas ia merengek minta tetek ibunya. Di gendongnya si anak kecil tadi. Di bawa masuk ke rumah. Suara tangisan yang memecah keramaian kota yang jauh tiba-tiba terhenti. Tetesan susu sang ibu yang membasahi tenggorokannya membungkam tangisan.

"Sementara aku masih dijejali black label dan liukan penari telanjang di sebuah diskotik"

Aku ingin memberikan segalanya kepada Tuhan tentang masa depan dan bagaimana akhir kisah yang sepertinya menjadi rumit. Tapi apakah Tuhan bisa dipercaya?

Untuk masalah rindu belaian dan cumbuan seorang perempuan aku tidak begitu memikirkannya. Bukankah saat ini setiap perkenalan aku selalu menuntaskannya dengan jamuan cucuran keringat dan riuh desahan diatas ranjang kamar hotel kelas melati atau di kamar kos yang kumuh.

"Penari telanjang itu kini tinggal mengenakan bra dan celana dalam warna hitam,Black Label masih menggenagi tenggorokanku dan membebani kepalaku"

Tatapanku melesat melewati segala batas. Kini lebih lambat ribuan bahkan jutaan kali cahaya. Anak kecil yang sedari tadi asik bermain tanah di halaman rumah mungil tidak lagi bisa kulihat. Semakin gelap dan menggelap. Hitam dan Menghitam. Aku mabuk !

"Akupun kini tak bisa bercerita apa yang sudah dilakukan penari telanjang itu di diskotik yang asing"

Sabtu, Mei 17, 2008


PADA HARI KE 13


Pada hari ke 13 aku kedatangan tamu, anakku.

Tidak ada secangkir teh panas dan sepiring jadah, aku sibuk mencari jagung untuk ibumu


Pada hari ke 13 itu, anakku, aku kedatangan tamu, anakku

Gerimis yang datang tiba-tiba, tak mampu membekukan arus darah, ini orang susah

Di setiap emper pedagang kaki lima depan rumah sakit yang tak pernah kusangsikan, aku mencari jagung untuk ibumu


Gerimis tak henti-henti menggagahi tubuh kering, ini orang susah yang aku tahu ketika bercermin pada genangan air got


Ini bulan ke 14 pada hari ke 13

Aku masih setia memunguti sisa umurku, kamu dan ibumu,

Sebenarnya kenapa tanah kita harus patah oleh milyaran liter air yang menggenangi lebih dari separo bumi, dan jauh, anakku


Aku tidak ingin memberikan ruang bagi mimpi-mimpi malam yang tersusun di kamar sebelah meja komputer.


Pada hari itu, hari ke 13 aku kedatanganmu, anakku

Tertatih aku mengumandangkan adzan yang hampir tak kukenal

Eyangmu yang sering kubuat nangis saat aku keluar pagar dan berpencar sampai pada lukisan-lukisan, dan jalan-jalan kota yang jahat, kau buat nangis lagi


“apa dosa kita terlalu besar Bun?”


Itu bulan ke 3 bukan pada hari ketiga belas, anakku

Terbanglah hanya beberapa waktu aku ikut terbang melewati gumpalan mega-mega yang bercerita tentang masa depan yang berada dibelakang. Lalu aku pulang!


Pergilah!

Biar kini eyangmu nangis olehku,olehmu

Akupun takkan membiarkan airmatanya mengaliri sepi tanpaku.

Atau pulang saja pada hari ke 13 bulan purnama kapanpun.



Semarang-Langkir 17 Mei 2008








HANYA KISAH REMEH TEMEH CINTA


“Di ujung jalanku menuju pulang, di sebuah warung internet,

pertemuan kita begitu singkat. Hanya beberapa foto saja sengaja kau tinggal di meja

akupun belum sempat meneguk sisa cappuccino, keburu kau pergi”


tiap hari berita kematian dikoran-koran hampir memenuhi satu halaman. Tiap huruf ku eja barangkali namamu, kekasih, yang tercantum di salah satu kolomnya.


Semarang-Langkir 17 Mei 2008




Kamis, April 24, 2008

AKU PULANG!!!!!


Sekarang aku masih di Solo. Sudah dini hari aku belum juga beranjak dari warnet. Padahal aku mulai duduk di depan komputer dan berselancar sejak jam 19.00 WIB. Entah apa yang membuat aku betah bertahan berlama-lama di warnet. Beginilah kalau sedang mengalami streesss tingkat tinggi.
Minggu-minggu ini banyak hal yang membebani pikiranku. Mulai dari niat untuk berjuang di Jakarta yang mulai sedikit kendor sampai perasaan kangen terhadap anakku El. Mungkin besok pagi aku harus pulang ke Semarang, dan meninjau kembali niat untuk ke Jakarta. Selain kebutuhan uang saku yang muai menipis...pisss.....piss, tujuan dan apa yang akan dilakukan di sanapun bias!!!
"Huh Tuhan padahal tidak ada sama sekali niat buruk dan tujuanpun jelas untuk ke Jakarta, tapi mengapa sepertinya sulit"sudahlah besok pulang!!. Biar waktu saja yang menjawab masa depanku, Istri dan Anakku El......Aku pasrahkan pada-Mu Ya ALLAH......!!

Rabu, April 23, 2008

EL,SUDAH BISA BERJALAN


Baru saja istriku tercinta menelfon. Ia meminta ijin untuk bekerja di salah satu Bank Swasta. Namun saya melarangnya. Bukan karena saya arogan, tetapi jam kerja yang sampai 11 jam, menjadi alasan saya kenapa melarangnya. "Kasian El"begitu alasan saya. Yup, El yang baru saja mahir berjalan membutuhkan perhatian ekstra, Bun. Kasian jika nanti ditinggal bekerja terus.
Hmmmm, si keriting kini sudah mahir berjalan. Giginya sudah tumbuh satu. Pasti lucu. Mendengar cerita dari istriku itu, perasaan kangen yang dahsyat tiba-tiba menyergap. Aku seperti orang yang sedang jatuh cinta, hahahahahaha.....naluri sang ayah dari dari seorang Furry keluar juga. Saat ini saya sedang di Solo bersama teman-teman MIG API4 TPI. Dalam rangka mempersiapkan segala sesuatu untuk bekal "menyerbu" Jakarta bulan Mei mendatang. Doakan ya teman-teman,Bun, dan yang paling tersayang tercinta si keriting kecil nan lucu El.

KLIK DISINI!!

"Hidup ini sebenarnya mudah. penafsirannya saja yang susah-susah!"
Begitu kira-kira kalimat bijak yang masih saja terngiang di benak saya. Dan kalimat itulah yang memotifasi diri saya untuk tetap bersemangat menjalani kehidupan ini. Saya tidak pernah berfikir bagaimana kehidupan saya kelak, yang terbersit saat ini hanyalah kata berjuang....berjuang dan berjuang...!.
Perjuangan merupakan sebagian dari iman. Itu menurut saya. dalam setiap langkah yang saya lakukan merupakan perjuangan menuju kehidupan yang lebih baik, dan menuju kebaikan itulah yang saya catat sebagai bagian terkecil-sangat kecil dari manifestasi iman itu sendiri. Dalam setiap peristiwa kehidupan tentu kita dihadapkan pada pilihan-pilihan dan ketika kita sudah menentukan pilihan, maka opsi-opsi lain pasti mengikutinya, artinya pasti masih ada pilihan pilihan lain. Saat ini saya telah menentukan untuk memilih dunia saya,menjadi komedian. Dan semoga apa yang saya lakukan ini adalah pilihan terakhir saya. SEMOGA!!!
"Sesiapapun semestinya setia kepada nasibnya, tetapi apakah aku harus menjadi pecundang dalam kesetiaan nasibku"

Selasa, April 15, 2008

SENJA DI KOTA BENGAWAN


Senja ini sungguh berbeda dari senja yang aku rasakan 10 tahun silam. Pelahan mentari yang luruh di ufuk barat membewa sejuta kisah yang aku catat di kota ini. Kenangan semasa aku masih menempuh bangku SMA pelahan timbul. Ada kerinduan ketika aku mencoba kembali mengingat satu persatu. Sepertinya tak ada ruang kosong di tiap sudut kota solo untuk kisah-kisahku meski secuil. Semua berjalan begitu saja. Saat aku menjalani kehidupan dimasa lalu tak pernah terpikir aku akan menjadi seperti saat ini. Cinta yang senantiasa aku cari dari sudut-sudut kota ku temu juga meski bukan di kota bengawan.

"Ini dulu aku mo nganter temanku mandi...................................."

Minggu, April 13, 2008

Belajar Berjalan !

Suatu ketika saya bertemu dengan seorang musafir yang entah dari mana ia berasal. Yang saya tahu sepanjang hari ia berjalan dan sepertinya tanpa arah. Setiap menjelang petang hari ia singgah di masjid terdekat di setiap kota yang dilaluinya. Tasbih yang selalu berputar ditangan mencerminkan bahwa setiap detak nadinya ia selalu ingin dekat dengan Sang Khaliq. Saya hampiri musafir itu lalu saya bertanya. "Wahai bapak, Kenapa bapak tidak berada di rumah saja, bukankah rumah akan selalu memberi ketenangan dan kedamaian". Dengan tenang musafir itu menjawab "Hidup ini adalah pilihan"
Masih banyak hal yang belum aku mengerti tentang kehidupan. Ketika seseorang harus dihadapkan pada sebuah pilihan. Suatu ketika aku dihadapkan pada dua hal, dan aku harus memilih.

Selasa, Januari 29, 2008

AKu LOlos API

Wow.......SURPRISE........Aku dan 3Temanku Kurnia Setyo wulansari(iyak), Mutohar(tohar) dan Agit Romon(Agit) yang tergabung dalam grup PRESTO lolos Audisi Pelawak TPI. Biar posisi kami aman tolong dukung kami dong.............kirim sms.............

Sabtu, Januari 05, 2008


Sudah lama aku tidak menggoreskan tulisan meski sedikit saja. Bukan tidak ada kisah, hanya saja karena saat ini aku sedang sibuk bercengkerama dengan El, anakku. Ya akhirnya setelah berbulan-bulan perasaan rindu seorang ayah pada anak menggelayut di pundak kini hilang sudah. Aku sudah bertemu dengan El.

3 minggu sudah kulewati hari-hari di Pekanbaru bersama anakku. El makin cantik saja. Badannya yang tumbuh subur seolah berkata bahwa selama tidak bersama ayah, El sehat dan baik-baik saja.

Ia mulai "ngoceh", belajar berjalan dengan merambati meja kursi dan dinding. Lincah benar El. "Pasti ia akan tumbuh jadi perempuan cerdas".



Matahari di awal Januari jarang aku lihat, hanya mendung yang setiap hari menggelayut di jantung kota Pekanbaru. Tapi semoga tidak dengan berjuta harapanku. Aku yakin tahun ini akan ada perubahan.


SELAMAT TAHUN BARU 2008


SEMOGA KITA JADI LEBIH BAIK

Jumat, Desember 07, 2007

EGO

Ego pada diri manusia merupakan sifat yang melekat pada individu, bersifat alamiah yang melekat pada diri manusia. Kecenderungan untuk mementingkan diri pribadi terhadap apapun bisa dikatakan ego. dominasi ego pada diri manusia sangatlah besar, saya yakin bahwa ego pada diri manusia cenderung mengalahkan hakikat manusia sebagai homosocius.
Banyak hal yang saya pelajari dari kehidupan, terutama bagaimana seharusnya kita hidup dengan memiliki ego yang melekat namun tanpa mengabaikan hakikat sebagai homosocius tadi. Saya belajar tentang bagaimana seharusnya menghadapi orang-orang disekitar yang senatiasa memandang rendah orang lain, cenderung mengecilkan dan mengucilkan, mementingkan ke-aku-annya, dan memandang bahwa aku lebih mampu daripada kamu. Satu hal yang saya ingat dari kata-kata bijak jawa yang mengatakan "luwih becik biso rumongso tinimbang rumongso biso" yang kurang lebih artinya seperti ini : lebih baik bisa merasa daripada merasa bisa. Jika biso rumongso itu bisa di representasikan dalam kehidupan keseharian, saya yakin dengan sendirinya ego yang terjadi pada personal seseorang akan berkurang--bukan hilang.
Ke-aku-an merupakan sebagian kecil representasi dari ego.
Ego tidak bisa hilang saya yakin itu, dan jika ego masih menjadi dominasi pada diri manusia kehidupan yang adil makmur sejahtera merata tak akan pernah tercipta.
Saya sudah membuktikan banyak hal.
Percaya saja.